EnglishArabicFrenchGermanIndonesianChinese (S)

Jasa Pembuatan Website dengan S.E.O

outside

Yap & Lim Pte Ltd ( Singapore )

Triple Pick Coffee ( Australia )

Pratama Jaya Cargo ( Surabaya )

CV. Cahaya Mandiri ( Singkil )

PT. Usaha Mulia Gas ( Jakarta )

Lampuan ( Subussalam )

PT. PLN Flores Timur

Aceh Shimbun ( Banda Aceh )


Joke Seputar Dunia Marketing

PDF Cetak E-mail

Sejumlah mahasiswa bertanya pada dosennya tentang arti dari beberapa istilah dalam dunia marketing. Agar lebih mudah dipahami ia menjelaskannya dengan sejumlah analogi:


1. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!” Itu namanya Direct Marketing.
2. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Salah satu temanmu menghampirinya. Sambil menunjuk ke arah kamu, temanmu itu berkata, “Dia orang kaya, nikah sama dia, ya!” Itu namanya Advertising.
3. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, lalu minta nomor HP. Esok harinya kamu telepon dia dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!” Itu namanya Telemarketing. 
4. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu merapikan diri, lalu menuangkan minuman buat dia, dan membukakan pintu buat dia. Sambil mengantarnya pulang, kamu bilang, “By the way, saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!” Itu namanya Public Relations. 
5. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Dia menghampiri kamu dan berkata, “Kamu orang kaya, kan? Nikah sama saya, yuk!' Itu namanya Brand Recognition. 
6. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!”, tapi dia malah menampar kamu. Itu namanya Customer Feedback. 
7. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, “Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!”, terus dia memperkenalkan kamu ke suaminya. Itu namanya Demand and Supply Gap. 
8. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang apa-apa, ada pria lain datang dan langsung berkata, “Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!' Lalu sang gadis pergi dengan pria tersebut. Itu namanya Losing Market Share.
9. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang, “Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!'.... tiba-tiba istri kamu nongol! Itu namanya Barrier to New Market Entry

10. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang "Saya ini orang kaya lho" tanpa ngajak ngapa2in. itu namanya Brand Image Building

11. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang "saya ini orang kaya lho, mau ga kamu nikah sama saya?" trus pas pulang, semua undangan tau kalo kamu orang kaya dan ngajak tu cewe nikah.
Itu namanya Word of Mouth Marketing (WOMM)

12. Ada gadis ga cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang "saya ini orang kaya lho, mau ga kamu nikah dengan saya?" itu namanya Blue Ocean Strategy

13. Ada cleaning service cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang "mau ga kamu kerja di perusahaan saya?" itu namanya CSR (Corporate Social Responsibility

 


Seorang karyawan menghadap ke bosnya. Ia berkata dengan serius, “Bapak sebaiknya menaikkan gaji saya, sekarang juga." "Apa alasannya?" tanya si bos dengan sinis tanpa menoleh sedikit pun. "Perlu Bapak ketahui, sekarang ini sudah ada lima perusahaan besar dan bonafid yang sedang mengejar-ngejar saya." Kali ini si atasan menoleh. Dengan penasaran ia bertanya, "Oh, ya? Perusahaan apa saja itu?" tanyanya dengan nada cemas. "Citibank, PAM, PLN, TELKOM, dan terakhir BTN."


Saat seorang salesman muda menemui ajalnya, dia diberi pilihan tempat di mana akan menghabiskan waktu selamanya: di surga atau neraka. Dia diizinkan mengunjungi keduanya, baru kemudian memutuskan.
“Saya mau melihat surga dulu,” kata sang salesman. Lalu seorang malaikat mengantarkannya. Di sana dia merasa damai dan murni, semua orang memainkan harpa dan makan anggur. Kelihatannya enak, tetapi sang salesman tidak mau tergesa-gesa menentukan pilihan.
“Bolehkah saya melihat neraka sekarang?” Malaikat kemudian mengantarkannya ke basement untuk dipertemukan dengan pengikut setan yang setia. Selama setengah jam, sang salesman diajak jalan-jalan ke tempat yang terlihat seperti klub malam terbaik yang pernah dia lihat. Orang-orang sedang berpesta dan mereka terlihat sangat menikmatinya.
Ketika tur selesai, sang salesman dibawa kembali ke malaikat yang menanyakan apakah dia sudah siap menentukan pilihan. “Ya, saya siap,” jawabnya. “Walaupun surga terlihat sangat menyenangkan, tetapi harus saya akui bahwa neraka adalah tempat yang lebih cocok untuk saya. Maka, saya memutuskan untuk menghabiskan sisa hidup saya di neraka saja”.
Jadi, dia dikirim ke neraka, dilempar ke gua, dirantai di tembok, lalu disiksa. Sang salesman berteriak protes, “Kok, ini beda sekali dengan apa yang terlihat sebelumnya? Apa yang terjadi?!”
Si setan menjawab, “Oh, itu! Itu tadi kan hanya demo penjualan saja.”

 

Pak Budi seorang pemilik toko pakaian, kaget ketika seorang saingan baru, membuka toko di sebelah kiri dia. Sebuah spanduk besar telah dipasang, dengan tulisan "PAKAIAN IMPORT"
Pak Budi bermasalah untuk kedua kalinya ketika pesaing lain menyewa gedung di sebelah kanannya, dan mendirikan spanduk yang jauh lebih besar, dengan tulisan "HARGA TERMURAH".
Pada akhirnya Pak Budi benar-benar depresi, namun keesokan harinya, dia datang dengan sebuah ide. Dia tidak mau kalah, dia memasang spanduk yang lebih besar dari kedua pesaingnya di tokonya sendiri... dengan tulisan ..... "MASUKNYA LEWAT SINI


Alkisah ada tiga perempuan bersaudara—sebut saja mereka Vira, Voni, dan Veni—yang dinikahkan secara massal oleh orangtua mereka. Setelah menikah, ketiganya langsung pergi berbulan madu. Vira pergi ke Danau Toba, Voni pergi ke Kepulauan Seribu, dan Veni si bungsu pergi ke Bali. 
Namanya juga sayang anak, kedua orangtua mereka minta dikabari tentang segala hal yang terjadi selama honey moon. Supaya praktis dan murah, berita dikirim lewat SMS. Tapi, agar pesan yang dikirim singkat dan tidak terlalu vulgar, mereka disarankan memakai kode berupa slogan-slogan dalam iklan. 
Tiga hari setelah kepergian anak-anak mereka berbulan madu, diterimalah SMS dari Vira di Danau Toba. Isinya cukup singkat: "Standard Chartered". Setelah membaca SMS tersebut, mereka mencari iklan Standard Chartered di koran dan tampaklah iklan berbunyi, "Besar, kuat, dan bersahabat!" Tersenyumlah kedua orangtua itu. 
Hari ke-4 datang SMS kedua... rupanya dari Voni di Kepulauan Seribu. Pesannya sangat pendek: "Nescafe". Dengan tergesa-gesa kedua orangtua itu mencari majalah yang memuat slogan Nescafe. Ternyata iklan itu bertuliskan kalimat, "Nikmatnya sampai tetes terakhir". Keduanya pun tersenyum bahagia sambil tertawa kecil.
Hari ke-5 tidak ada SMS yang datang. Esoknya juga ditunggu-tunggu tidak ada berita. Hari ke-7 begitu pula, tidak ada kabar dari si bungsu Veni yang berbulan madu di Bali.
Memasuki hari ke-8, akhirnya kedua orangtua itu menerima SMS dari Veni. Isinya singkat: "Cathay Pacific". Penasaran, mereka segera mencari iklan penerbangan Cathay Pacific yang ada di koran, dan dijumpailah iklan dengan tulisan besar: "7X seminggu, 3X sehari, 5 jam nonstop".


Seorang marketer mengajak pelanggannya berkunjung ke pabrik yang memproduksi berbagai benda yang terbuat dari lateks (getah pohon karet). Di perhentian pertama, dia memperlihatkan mesin pembuat dot bayi. Mesin itu sangat berisik. “Hiss... pop, hiss... pop, hiss... pop.”
"Suara mendesis tadi adalah karet yang sedang masuk ke dalam cetakan,” jelas sang marketer. "Sedangkan suara letusan (pop) tadi adalah jarum yang membuat lubang di ujung dot."
Kemudian, mereka beranjak ke bagian pabrik yang memproduksi kondom. Mesinnya juga berisik: “Hiss. Hiss. Hiss. Hiss-pop!"
"Tunggu!" kata si pelanggan. "Kenapa ada suara letusan juga di sini?"
"Oh, sama dengan mesin dot bayi," ungkap sang marketer. "Mesin ini juga membuat lubang di setiap kondom keempat."
"Wah, itu tidak bagus untuk produk kondom Anda!"
"Memang, tapi itu bagus untuk bisnis dot bayi!"

 

Sumber : Kaskus