EnglishArabicFrenchGermanIndonesianChinese (S)

Jasa Pembuatan Website dengan S.E.O

outside

Yap & Lim Pte Ltd ( Singapore )

Triple Pick Coffee ( Australia )

Pratama Jaya Cargo ( Surabaya )

CV. Cahaya Mandiri ( Singkil )

PT. Usaha Mulia Gas ( Jakarta )

Lampuan ( Subussalam )

PT. PLN Flores Timur

Aceh Shimbun ( Banda Aceh )


Hikmah dan Motivasi

Mental Wirausaha

PDF Cetak E-mail

Banyak orang merasa sudah memiliki mental wirausaha saat mereka sudah memiliki usaha atau menjalankan bisnis sendiri. Padahal mental wirausaha tidak selalu berhubungan dengan punya usaha atau tidak punya usaha. Seorang karyawan pun bisa memiliki mental wirausaha.

Apabila Anda punya usaha tetapi selama bertahun-tahun Anda masih terjebak mengerjakan pekerjaan teknis operasional berarti Anda tidak memiliki mental wirausaha. Seorang yang punya usaha restoran tapi dia terjebak mengolah masakan dan mengerjakan urusan dapur sendirian ia tak memiliki mental wirausaha. Seseorang yang membuat agar usahanya sangat tergantung dengan keberadaannya, ia tidak memiliki mental wirausaha.

Lantas seperti apa orang yang memiliki mental wirausaha? Banyak cirinya, saya sampaikan beberapa diantaranya. Pertama, ia membangun tim yang solid.  Seseorang yang bermental wirausaha tidak akan tergoda untuk menokohkan dirinya. Ia lebih memprioritaskan kerja tim yang didukung dengan sistem yang kuat. Perusahaan harus tetap jalan tanpa kehadirannya.

Tengoklah pengusaha-pengusaha besar, usaha mereka tetap berkibar walau mereka tinggal untuk keliling dunia. Bukan hanya itu, sepulang dari keliling dunia biasanya ada bisnis baru yang ia bawa untuk dikembangkan. Ia akan membentuk tim dan sistem lagi untuk mengembangkan bisnis barunya itu. Bisnisnya terus tumbuh membesar dan melebar.

Kedua, ia pro aktif membangun kekuatan dan jaringan. Seseorang yang bermental wirausaha tidak ingin maju sendirian. Secara pro aktif ia akan terus berkolaborasi dengan orang orang yang memiliki visi dan misi yang seirama. Bisnisnya kuat karena mereka saling menguatkan satu dengan yang lain. Setiap membangun kerjasama mereka ingin selalu win-win solution, saling menguntungkan bukan “yang penting saya untung”.

Ketiga, ia mudah beradaptasi dengan perubahan. Orang-orang yang bermental wirausaha tidak kaku dengan ide dan gagasannya. Mereka cepat mengikuti perubahan zaman, cepat membaca selera pasar dan kemudian memanfaatkannya untuk kemajuan bisnisnya.

Baca dan pelajarilah perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan ratusan tahun. Mereka semua dikelola oleh orang-orang yang bermental wirausaha. Bisnisnya tidak hanya bertahan pada satu generasi tetapi bisa diwariskan kepada anak cucunya.

Nah, bagi Anda yang sudah berbisnis lebih dari 5 tahun, tolong jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.  Apakah sudah punya tim yang solid? Apakah jaringan yang mendukung bisnis Anda terus bertambah? Apakah produk dan jasa Anda memang sangat diminati pasar? Bila semua jawabannya belum/tidak, patut diragukan Anda memiliki mental wirausaha.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan penulis? Follow di twitter: @jamilazzaini

Sumber Artikel Motivasi

Follow juga @tengkuadri di Twitter

 

Tips Ijin Maksa "JADI PENGUSAHA" pada Orang Tua...

PDF Cetak E-mail

1. Tips Ijin Maksa "JADI PENGUSAHA" pada Orang Tua...

2. Kata Bapakmu: "ngapain kamu kuliah jauh2, kalo lulus juga cuma jualan! Itu si Kokom gak sekolah aja juga jualan! Apa guna gelarmu itu?!"

3. Kata Bapakmu: "mending kamu jd PNS, dpt pensiun! Ato jd pegawe bank perlente pakai dasi! Ato kerja di gedung2 tinggi di jakarta sana!"

4. Kata Bapakmu:"bapak bayarin kamu kuliah itu biar lulus langsung kerja enak!Dikantor mewah! Perlente dan wangi gak perlu keringetan lagi!"

5. Kata Bapakmu:"orang usaha itu butuh modal, lah kamu siapa yg mau modali? Dengkulmu apa bisa buat modal? Gundulmu apa laku?"

6. Kata Bapakmu: "kalo kamu usaha! Bangkrut, siapa yg mau nanggung? Kamu mau dikejar-kejar debt colector! Kamu mau dicap tukang utang?"

7. Kata Bapakmu: "mending kamu segera nglamar di kantor XXX! Bapak punya channel disana, pimpinannya kawan bapak, kamu pasti diterima!"

8. Kata Bapakmu: "kamu itu pokoknya gak usah neko2! Kuliah yg rajin, lulus cepet, kerja jd pegawai dah! Nyamaaaan hidupmu!"

9. Kata Bapakmu: "kamu itu nurut sama orang tua! Kalo kamu gak nurut sama saja kamu gak hargai orang tua..!"

10. Kata Bapakmu: "anaknya pak Budi itu lho, lulus dr UGM lgsg ke Kalimantan jd pegawai departemen, sdh mapan! Lah kamu?"

11. Kata Bapakmu: "contoh si wawan, lulus ITB lgsg kerja di Jakarta, gajinya besar! Tiap pulang penampilannya perlente dan terhormat!"

12. Kata Bapakmu: "Bapak ibumu pengen kamu jd org yg berdasi! Biar ngangkat harga diri.. Kamu gak kumel kayak gitu terus!"

13. Kata Bapakmu: "kamu tau enggak, banyak itu berita di televisi pengusaha yg berurusan dg polisi! Mereka nyogok sana sini! Mau kyk gitu?"

14. Kata Bapakmu: "kalo kamu jd pegawai di Dinas itu, kamu cukup kerja santai, habiskan hidupmu disana, pensiun menunggu!"

15. Kata Bapakmu: " kalo kamu jd pegawe bank, kamu bakal tiap hari pegang duit gede! Gak kayak kere yg jarang pegang duit!"

16. Kata Bapakmu: "kamu lulus besok gelarnya ST, Sarjana Teknik!! Apa kata tetangga kalo kamu cuma jualan kayak anak lulusan SMA?!"

17. Kata Bapakmu: "Org usaha itu butuh bakat! Nah kamu? Bakat dari mana? Simbah moyangmu sampai bapakmu pegawai semua!"

18. Kata Bapakmu: "orang usaha itu butuh niat! Lah kamu?! Sejak SMA aja sdh bandel hamburkan uang! Lah kok mau jd pengusaha!"

19. Kata Bapakmu: "wiss manut sama bapakmu! Lulus kamu harusss segera nglamar kerja, di bank, di departemen, di BUMN! Dah aman hidupmu!"

20.Kata Bapakmu: "kalo kamu sampai gagal, ngeyel, gak manut orang tua, ya wisss bapak dah gak ngurusin kamu lagi! Terserah mau jadi apa!"

21. Kata Ibumu: " wis to le, nduk.. Kamu denger kata bapakmu, segera lulus kuliah, IPnya tinggi, biar gampang diterima kerja..

22. Kamu terdiam... Gak tau jawab apa.... Nunduk... Suasana hening... Klakep..

.................................

23. Baca Doa... Biar lidahmu gak keselip! Fokus pada apa yg kamu katakan...

24. Tegakkan kepalamu! Senyumlah... Lihat ke wajah bapak dan ibumu.. Tunjukkan senyum termanismu..yg paling tulus.. Tarik nafas..

25. Sttt... Jawabannya nomer 27 sampai habis wajib kamu pahami! Bukan hanya apalan! Jangan sampai bapak ibumu tau kalo AKU YG NGASIH TAU!

26. Inget yaaaa.. Janji! Jangan bilang dari aku....!

27.#Katamu: "Bapak Ibu, tanpa mengurangi sayang dan bakti ananda ijinkan ananda sharing tentang pilihan hidup ananda..."

28.#Katamu: "semua pekerjaan itu mulia dimata اَللّهُ asal dilakukan sbg ibadah utk mencari Rizkinya yg halal.. "

29.#Katamu: "mau jd pegawai, PNS, karyawan pabrik, tentara, polisi, pengusaha, semua pekerjaan MULIA, asal semua dikerjakan dg KEJUJURAN!"

30.#katamu:"tapi اَللّهُ menciptakan manusia dg otak, hati, fikiran, dan anggota badan agar mereka MENENTUKAN nasibnya sendiri!"

31.#katamu:"termasuk dalam mencari rejeki pak, ternyata manusia diberikan ladang rejeki yg amaaat banyak pintunya! Dan bisa memilih"

32.#katamu:"kata Nabi, dari 10 pintu rejeki ternyata 9 itu dari pintu PERNIAGAAN.. Nabi pedagang, sahabat2 juga pedagang.."

33.#katamu:"jd kalo msh ada yg meremehkan profesi pedagang maka kita kembali ke jaman yg lebih terbelakang dari jaman nabi"

34.#katamu:"pak..saya kuliah bkn utk mndpatkan IPK yg tinggi,krn ssungguhnya saya belajar di Universitas Alam Raya yg mngajarkan kehidupan"

35.#katamu:"saya terbelalak ketika tau bahwa SARJANA PENGANGGURAN di Indonesia mencapai 800.000 orang.."

36.#katamu:"kalo saya lulus dan hanya jadi pengangguran, maka data itu akan semakin membengkak gak karuan.."

37.#katamu:"belum lagi kawan2 dikampus saya, sekali wisuda sampai 4000 orang, mau kemana mereka semua? Masih buta.."

38.#katamu:"mereka semua sarjana pak, tapi ini tahun 2011, bukan tahun 1980 yg sarjana masih jadi level highclass! Level atas.."

39.#katamu:"tahun 2011 dan seterusnya semakin kejam pak, SARJANA BERCECERAN DIMANA-MANA..yg gelarnya SH,ST,SE,SSi kayak diobral"

40.#katamu:"aku tidak mau jd PENGEMIS PEKERJAAN pak, aku mau bikin lapangan kerja untuk orang banyak!"

41.#katamu:"pak, bukankah orang terbaik di mata اَللّهُ adalah orang yg BERMANFAAT?..aku ingin jadi salah satu orang itu.."

42.#katamu:"aku gak mau pak demi sebuah pekerjaan aku menghalalkan segala cara! bagaimana nanti bertanggungjawab di akhirat??

43.#katamu:"aku gak mau kayak kakak kelasku, demi jadi PNS di Sumatera dia rela menyogok hingga 150juta.."

44.#katamu:"aku gak mau kayak kawanku demi jd karyawan bank dia harus dengan bantuan Omnya yg jadi pimpinan cabang"

45.#katamu:"bayangkan pak, kalo aku sperti mereka, aku MENGAMBIL HAK ORANG LAIN yg terus kumakan.. Ada darah haram di rejekiku!"

#katamu:"aku gak mau kayak kawanku, stlh kerja di perusahaan, terkenal jd penjilat atasan dan bikin onar.."

46.#katamu:"aku gak mau sprti kakak kelasku, lulus dgn IPK 4,1 kerja kontrak 2 tahun, habis itu tetep jadi pengangguran susah cari kerjaan"

47.#katamu:"aku gak mau pak,ketika hari wisuda, statusku berubah drastis dari MAHASISWA menjadi PENCARI KERJA!!"

48.#katamu:"aku malu pada bapak, kalo sampai 2 bulan sejak diwisuda dg gelar didada, tp statusku masih PENGANGGURAN tanpa KERJAAN!"

48.#katamu:"aku malu pada bapak, kalo sampai 2 bulan sejak diwisuda dg gelar didada, tp statusku masih PENGANGGURAN tanpa KERJAAN!"

49.#Katamu:"aku malu dgn gelar sarjana, tapi tanganku masih tengadah meminta jatah pada bapak dan ibu.. Aku maluuuu"

50.#katamu:"aku yakin pak, اَللّهُ MAHA KAYA! Rejekinya terhampar dimana-mana, dan aku ingin meraih 9 pintu rejekinya!

51.#katamu:"pak, aku siap sambil kuliah buka usaha! Apapun itu AKU GAK MALU pak, jual koran dikiospun aku siap.."

52.#katamu:"pak, aku siap MENUNDA KESENANGANKU.. Kuhabiskan keringatku kuliah sambil usaha, demi masa depanku!"

53.#katamu:"pak, mereka yg sukses jadi pengusaha ternyata melewati kegalauan sperti diriku.. Tapi mereka BISA MELEWATINYA!

54.#katamu:"pak, bukankah tangan ATAS lbh baik dr tangan dibawah? Aku ingin menjadi KRAN yg memancarkan rejeki اَللّهُ utk orang banyak!

55.#katamu:"pak, aku lebih bangga 5 thn lagi pulang dg pakaian biasa tp aku punya usaha yang bermanfaat untuk orang banyak!"

56.#katamu:"daripada aku kembali dengan pakaian berdasi namun aku egois hanya bermanfaat untuk diriku sendiri.."

57.#katamu:"harta bukan segalanya pak, tapi dgn mengusai 9 pintu rejeki aku bisa LEBIH BANYAK BERBAGI.."

58.#katamu:"pak, aku ingin bekerja dengan hatiku.. Dengan pagar kejujuran, Aku tidak mau makanan haram dr pekerjaanku"

59#katamu: "aku sedih pak, seorang kawan berkata, satu2nya cara utk punya mobil sendiri adalah dengan KORUPSI.. Ngeri pak!"

60#katamu:"aku mau membuat bapak ibu bangga bukan dgn gelarku, tp seberapa MANFAAT aku untuk dunia!"

61.#katamu:"Pak, Bu.. Doa dan restu bapak ibu adalah pembuka jalan rejekiku.. Ijinkan ananda berjuang demi masa depanku.."

62. Lalu....??

63. Dekati mereka, cium tangan mereka, peluk mereka... Itu adalah ENERGI luar biasa untuk memulai langkahmu!

64........ Uwiss aaah!!

65. Segera bergerak!! MOVE!! MOVE!! MOVE!!

 

Tips diatas adalah TL nya mas Saptuari di Twitter. 

Follow @saptuari on twitter

Follow @tengkuadri on twitter

 

Dahsyatnya Potensi Manusia

PDF Cetak E-mail
Untuk mengenal sejauh mana potensi manusia, saya punya analogi. Jika Anda ditugasi oleh atasan Anda untuk pergi ke suatu kota yang jauh dari kota Anda, tetapi Anda tidak diberi bekal untuk pergi kesana, sementara Anda tidak memiliki bekal sendiri, apakah Anda mau pergi? Seseorang pemberi tugas yang baik dia akan melihat apakah dia mampu atau tidak untuk melaksanakan tugas tersebut. Jika tidak dia harus memberikan bekal tersebut kepada orang yang diperintahkannya.
Begitu juga Allah SWT, Allah SWT tentu sudah memberi bekal kepada kita untuk mengemban tugas besar kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Bekal yang sudah diberikan kepada kita ialah akal beserta potensi-potensi lainnya, hati dan jasad.
Potensi yang diberikan kepada manusia akan berjalan baik dan tersalurkan dengan baik apabila manusia mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Segala potensi manusia diperuntukkan dan disediakan Allah SWT agar manusia dapat menjalankan ibadah dan melaksanakan fungsi khalifah.
Dengan potensi inilah manusia dikehendaki mampu menjalankan misi sebagai khalifah yang diamanahkan kepada manusia oleh Allah SWT, padahal makhluk lainnya enggan untuk memikul tugas ini karena beratnya.
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (QS.33:72)
Kita semua sudah menyaksikan dan bahkan mengalami bagaimana dahsyatnya potensi manusia. Manusia menjadikan peradaban dan teknologi berkembang dengan pesatnya, yang seakan sebuah keajaiban, sesuatu yang tidak terpikirkan pada suatu jaman bisa terealisasi pada jaman berikutnya.
Namun, siapakah yang menguasai peradaban dan teknologi tersebut saat ini? Sudahkah kita mengoptimalkan potensi manusia yang dahsyat ini?